Cirebon, 04 Agustus 2026 – Peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di kancah Internasional kembali terbuka lebar. PT Bumi Mas Citra Mandiri (BMCM) bersama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Yamperlin kembali memberangkatkan kloter kedua Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor formal menuju Armenia, menandai keberhasilan kolaborasi antara perusahaan penempatan, lembaga pelatihan, dan sektor perbankan dalam menciptakan sistem penempatan tenaga kerja yang aman, legal, dan berkelanjutan.
Pemberangkatan ini menjadi momentum penting dalam memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke kawasan Eropa Timur dan Asia Barat yang saat ini membutuhkan tenaga kerja terampil, khususnya di sektor konstruksi. Seluruh peserta telah melewati proses seleksi, pelatihan intensif, sertifikasi kompetensi, hingga pembekalan bahasa asing dan budaya kerja sebelum dinyatakan siap bekerja di negara tujuan.
Direktur Utama PT BMCM, Ir. Nuhung Suleman, ST, mengatakan bahwa keberangkatan kloter kedua ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan peluang kerja luar negeri yang resmi dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.
“Kami tidak hanya memberangkatkan tenaga kerja, tetapi juga membangun masa depan mereka. Setiap PMI dipersiapkan melalui proses yang terstruktur agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri di negara tujuan. Kami ingin memastikan masyarakat Indonesia dapat bekerja di luar negeri secara aman, legal, dan memiliki daya saing global,” ujarnya.
Menurut Nuhung, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi calon PMI adalah tingginya biaya penempatan (placement fee). Biaya tersebut mencakup pengurusan paspor, visa, pemeriksaan kesehatan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga tiket keberangkatan yang kerap menjadi kendala bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PT BMCM menggandeng PT BPR Triastra Sejahtera (BPR Triastra) sebagai mitra pembiayaan. Melalui fasilitas pembiayaan penempatan, calon PMI dapat memperoleh dukungan dana untuk memenuhi kebutuhan keberangkatan tanpa harus terbebani biaya besar di awal.
Skema pembiayaan yang ditawarkan memiliki bunga yang kompetitif dan mengikuti ketentuan pemerintah. Lebih dari itu, sistem pengembaliannya dirancang agar tidak memberatkan pekerja, di mana angsuran mulai dibayarkan setelah PMI menerima penghasilan pertama dari negara tujuan.
Perwakilan Manajemen BPR Triastra, Arum, menegaskan bahwa dukungan pembiayaan ini merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia.
“Kami memahami bahwa biaya awal sering kali menjadi hambatan terbesar bagi calon PMI. Karena itu, BPR Triastra hadir sebagai solusi pembiayaan yang cepat, transparan, dan mudah diakses. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan peluang kerja di luar negeri melalui jalur resmi tanpa terkendala masalah finansial,” jelasnya.
Selain aspek pembiayaan, kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Direktur LPK Yamperlin, Ade Mardiansyah, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah mendapatkan pelatihan komprehensif, tidak hanya dari sisi keterampilan teknis, tetapi juga penguasaan bahasa, budaya kerja, serta pemahaman terhadap regulasi hukum di Armenia.
“Seluruh peserta diberangkatkan melalui skema Government to Private (G to P) yang telah terdaftar secara resmi di BP2MI. Kami memastikan setiap PMI memiliki legalitas yang lengkap, kompetensi yang memadai, dan kesiapan mental untuk bekerja secara profesional di luar negeri,” ungkapnya.
Kolaborasi antara PT BMCM, LPK Yamperlin, dan BPR Triastra menjadi contoh sinergi yang mampu menghadirkan solusi menyeluruh bagi calon pekerja migran Indonesia, mulai dari proses rekrutmen, pelatihan, sertifikasi, pembiayaan, hingga penempatan kerja. Keberangkatan kloter kedua ini diharapkan menjadi awal dari semakin terbukanya peluang kerja bagi ribuan tenaga kerja Indonesia di pasar global.
Dengan dukungan berbagai pihak, pekerja migran Indonesia diharapkan tidak hanya memperoleh pekerjaan yang layak dan perlindungan hukum yang memadai, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan devisa negara. Melalui kolaborasi yang kuat antara dunia usaha, lembaga pelatihan, dan sektor perbankan, Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak Pekerja Migran Indonesia yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di tingkat internasional.

